Saat ini membuka usaha atau bisnis terbilang cukup mudah. Anda cukup mematangkan konsep dan strategi usaha yang akan jalani, dan sisanya untuk modal anda dapat melakukan pinjaman kepada lembaga keuangan seperti bank. Akan tetapi keputusan meminjam uang di bank tidaklah semudah itu terlebih dengan tujuan untuk usaha. Seperti halnya melakukan peminjaman di BPR.

BPR atau Bank Pengkreditan rakyat merupakan bank yang diperuntukkan untuk menjangkau masyarakat di kawasan terpencil yang belum terjangkau layanan dari bank umum. Dengan harapan masyarakat tersebut dapat terangkat kesejahteraannya oleh BPR utamanya para pelaku UMKM. Perlu anda ketahui jika BPR memberlakukan suku bunga pinjaman yang terbilang cukup tinggi dibanding bank umum lainnya. meski memiliki bunga BPR tinggi, masih banyak masyarakat yang datang untuk melakukan pinjaman pada BPR. Lalu apa alasan BPR memberikan bunga yang terbilang cukup tinggi. Ini dia beberapa alasannya :

Kredit yang disalurkan diperuntukkan untuk sektor UMKM

Seperti yang telah disinggung di atas, BPR menyalurkan mayoritas kredit mereka pada sektor Usaha Kecil Menengah atau UKM dengan bunga kredit yang relatif lebih tinggi dibandingkan bank umum atau lembaga keuangan lainnya. dengan begitu otomatis dana simpanan akan memiliki bunga yang lebih tinggi.

Tidak adanya peraturan dari Bank Indonesia

Alasan kedua kenapa Bunga BPR tinggi, sebab tidak adanya peraturan yang tegas dari bank Indonesia yang mengatur secara tegas mengenai penetapan jumlah besaran suku bunga. Karena tidak adanya aturan inilah, perbankan memberikan bunga yang tinggi dan tidak jarang diatas suku bunga acuan dari Bank Indonesia, termasuk BPR itu sendiri.

Lebih tingginya Struktur cost fund

Tidak hanya struktur biaya dana yang lebih tinggi, adanya biaya overhead yang terbilang cukup besar sebab BPR menggunakan sistem jemput bola (mendatangi nasabah secara langsung). Oleh sebab itulah, perlu tenaga kerja yang lebih banyak guna memberikan pelayanan personal. Hal ini juga karena penyaluran kredit yang terbilang kurang hati-hati, sehingga biaya monitoring lebih tinggi.

Itulah beberapa alasan dibalik bunga BPR yang terlalu tinggi. Akan tetapi anda tidak perlu khawatir dengan keamanan dari BPR saat bertransaksi keuangan. Sebab, pengawasan kepada BPR cukup ketat seperti halnya pengawasan otoritas terhadap bank umum. BPR juga wajib lapor kondisinya secara periodik kepada Bank Indonesia serta kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *